Sunday, 16 September 2012

salam .....

ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU

1.NIAT IKHLAS KERANA ALLAH. 
Niat mesti betul.Niatkan kerana Allah  
2. TEKUN BERUSAHA DAN TAWAKKAL 
 Sentiasa bersungguh-sungguh dalam pembelajaran tanpa menurut keadaan dan  masa dengan menghindari perasaan malas dan mudah jemu dengan buku pengajian.

3.  MENJAUHI MAKSIAT 
Kita mestilah menghidupkan budaya amar ma’ruf dan nahi munkar dalam diri dan suasana sekeliling mengikut kemampuan yang ada. 

 4. MEMILIH TEMAN YANG SOLEH 
Pilihlah teman yang mampu membawa kita ke arah kebaikan 

  5. BANYAKKAN ZIKRULLAH 
Pastikan kita sentiasa solat lima waktu secara berjemaah dan mengamalkan wirid serta doa selepas solat walaupun ringkas.
  
 6. MENJAGA KEHORMATAN
 Kita wajib menjaga kehormatan diri sendiri dan juga orang lain.
  
7.  DOA DAN KEREDHAAN IBUBAPA
 Kita hendaklah sentiasa menjaga perasaan kedua ibubapa kita dan menghormati mereka dalam perkara yang tidak menyalahi syariat Islam.
 8. MENGHORMATI GURU
Kita juga wajib menghormati guru dan mematuhi segala arahannya selagi mana tidak menyalahi kehendak Islam.
 9. BERAMAL DENGAN SEGALA ILMU YANG DIPEROLEHI 
 Kita mengamalkan segala ilmu yang    dipelajari setakat mana yang termampu oleh kita.

Friday, 29 July 2011

Kesombongan yang Menghancurkan

Dalam kehidupan seharian kita, sengaja maupun tidak, seringkali muncul di dalam hati perasaan takabur atau sombong. Bagaimana tandanya? Orang yang sombong cirinya ada dua;

Pertama,
Tidak tahan mendengar kebenaran yang disampaikan oleh orang lain. Orang yang sombong tidak menyukai adanya nasihat dakwah.

Kedua,
Merendahkan orang lain. Hal ini dapat terlihat dari kata-kataya, cara duduk, bahkan cara menunjuk. Ini termasuk kedurhakaan kepada Allah. Ia merasa lebih tinggi dari orang lain. Dari cara duduk, memposisikan dirinya yang dianggap lebih dari orang lain. Orang yang ilmunya tinggi sering mudah menjadi sombong karena ilmunya.


Bila merasa posisi lebih, cenderung nada suara menjadi lebih besar, kasar, lebih merendahkan. Padahal di sisi Allah orang yang dianggap rendah itu sebenarnya jadi lebih mulia. Contoh, guru dengan murid. Murid lebih muda usianya, bererti dosanya lebih sedikit. Sedangkan apabila melihat yang lebih tua usianya, maka kita mesti memandang pahalanya lebih banyak. Ketika melihat orang yang bergelimang dengan dosa, maka kita mesti memandang bahwa siapa tahu ia akan bertaubat nashuha yang membuat Allah SWT akan mengampuni. Sehingga paling merugi apabila waktu kita digunakan hanya untuk melihat orang lain lebih rendah dari kita.
Sesungguhnnya kita tidaklah berhak untuk takabur atau sombong, sebab ketakaburan adalah milik Allah. Bila kita takabur, sikap yang jauh dari ketawadhuan, berarti mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Iblis. Sayyidina Ali menerangkan, Iblis pada mulanya adalah makhluk yang sangat taat beribadah kepada Allah. Enam ribu tahun ia beribadah kepada Allah dengan penuh kesungguhan, tetapi karena takabur kepada Allah pada satu saat saja, kemudian ia jatuh pada laknat Allah. Lalu, ujar Sayyidina Ali, setelah Iblis, siapa yang bisa selamat dari murka Allah bila bermaksiat yang sama dengannya?
Orang yang paling beruntung itu adalah orang yang paling tawaddhu. Tawadhunya harus ikhlas. Karena ada yang tawadhunya palsu. Lawannya adalah takabur. Orang takabur sekecil apapun diancam tidak akan masuk surga. Hebatnya penyakit takabur bisa membuat kita celaka. Oleh karena itulah wajib bagi kita memeriksa hati dari sifat ini.


selamat menyambut ramadhan  dan selamat berpuasa semoga kita beroleh berkat dan rahmat daripadaNya

Friday, 22 July 2011

Friday, 15 July 2011

hari pertamaku

Ini adalah hari pertamaku
alamat blog ku http://robiahzkr.blogspot.com

anda dapat mengakses nota EE 202-digital elektronik